Jangan Mencuri WiFi! Ini Dia Ancaman Hukumannya


Kebutuhan WiFi utuk kebutuhan tertentu sampai detik ini masih cukup tinggi. Berdasarkan minat dan kebutuhan sarana internet di era modern sekarang ini memang cukup besar. Bahkan hampir setiap rumah membutuhkan akses jaringan WiFi. Sayangnya, tindakan mencuri WiFi masih saja dilakukan terutama di kota-kota besar. Hal ini membuat banyak kalangan cukup geram dan terus berupaya untuk mencegah terjadinya pencurian WiFi.

Kita sudah berada di zaman serba cepat yang semua kegiatan bisa dilakukan secara online. Oleh sebab itu akses internet sudah jadi hal penting yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Tak jarang harga dan kebutuhan pemasangan internet terus bertambah mengingat jumlah pengguna juga cukup tinggi. Ternyata tindakan mencuri jaringan WiFi bisa dipidana. Dari sinilah aturan dalam penanganan dan pencegahan tindakan pencurian jaringan WiFi harus dikenali banyak orang.

Jangan Mencuri WiFi! Ini Dia Ancaman Hukumannya

Ancaman Pidana Mencuri WiFi
Meskipun dianggap sebagai tindakan sepele, namun sejumlah kasus pencurian jaringan WiFi ternyata memberi dampak kurang baik bahkan bisa dibawa ke ranah pengadilan. Masyarakat masih kurang tahu soal pengembangan kasus dan ancaman pidana dari tindakan pencurian WiFi. Karena itulah akan kita ulas mengenai pasalnya dan seperti apa ancaman hukumannya.

Tertuang di Pasar 1365 -1380
Pada ulasan dan keterangan di pasar 1365 sampai 1380 menjelaskan siapa saja yang menggunakan akses internet nirkabel tanpa adanya hak dan menyebabkan kerugian maka masuk kategori pelanggaran. Ditambah adanya hak pengajuan gugatan dengan dasar Perbuatan Melawan Hukum kepada pencuri jaringan internet WiFi.

Pasal 50 UU Nomor 36 Tahun 1999
Berikutnya kita bisa melihat bahwa pada Pasal 55 UU Nomr 36 Tahun 1999 sangat mencolok menerangkan soal ancaman dan peraturan mengenai tindakan pencurian WiFi. Terdapat ancaman denda paling banyak mencapai 600 juta terhadap siapa saja yang melanggar aturan seperti mencuri WiFi tetangga, dan pencurian dalam skala besar. Oleh sebab itu jangan sekali-kali Anda berpikiran untuk mencuri akses internet WiFi dari tetangga ataupun instansi perusahaan.

Pada pasal 50 Nomor 36 Tahun 1999 telah memperlihatkan bahwa setiap orang tidak diperbolehkan melakukan perbuatan tanpa adanya hak, kemudian tidak sah hingga manipulasi. Adapun beberapa bentuk tindakan yang sangat dilarang pada pasal tersebut diantaranya mengakses jaringan telekomunikasi tanpa izin, akses ke jasa telekomunikasi, dan akses ke jaringan telekomunikasi khusus.

Pasa 1 Angka 11 UU Telekomunikasi
Tindakan melanggar hukum seperti mencuri jaringan internet WiFi ternyata sangat merugikan banyak kalangan. Untuk itulah status dari pelanggaran pencurian WiFi bisa menyangkut beberapa akses mulai dari perseorangan, badan hukum, instansi pemerintah dan juga akses lainnya. Maka dari itu standar penerapan pasal 1 angka 11 UU telekomunikasi juga sampai sekarang terus diterapkan. Sehingga ada ancaman denda dan kurungan penjara bagi siapa saja yang berusaha mencoba dan melakukan tindakan pencurian WiFi.

Sanksi memang jadi acuan untuk semua tindakan pencurian. Karena itulah standar dari peraturan yang sampai sekarang harus diterapkan dengan mencoba untuk melakukan tindakan prefentif. Jadi sekarang ini akses komunikasi dan juga peraturan harus ditaati, sampai akhirnya penggunaan akses internet WiFi harus diakses dengan izin.

Mencermati semua kebutuhan utama yang jelas dibutuhkan banyak orang pastinya ada aturan yang sampai sekarang harus ditaati. Ada berbagai macam instansi menerapkan peraturan ketat terhadap semua kebutuhan yang saat ini dijadikan modal untuk mencegah tindakan kriminjal. Maka dari itu Anda harus bisa mencermati semua porsi dari pengembangan peraturan tersebut agar tak terjadi tindakan kriminal seperti mencuri WiFi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar